Tampilkan postingan dengan label Electronic Circuits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Electronic Circuits. Tampilkan semua postingan

22 Jan 2010

LAMPU BERJALAN (RUNNING LED)

2 komentar

Bermacam-macam animasi lampu LED yang dapat digunakan sebagai penghias rumah ataupun sebagai penyemarak kendaraan bermotor pada malam hari, termasuk animasi lampu berjalan. Rangkaian ini disebut lampu berjalan karena nyala animasi lampu ini bergantian, dari nyala satu lampu LED bergeser ke lampu LED sebelahnya secara bergantian, sehingga nyala lampu LED-nya terkesan berjalan. Se-dangkan komponen utama dari rangkaian lampu berjalan ini adalah IC NE555 sebagai penghasil pulsa dan IC 4017 sebagai decade counter. Sehingga jika anda ingin mengatur kecepatan dari nyala lampu LED, maka anda harus mengatur nilai dari variable resistor 20K agar pulsa keluaran dari IC NE555 dapat dipercepat atau diperlambat. IC 4017 bertugas menyalakan lampu LED agar nyala bergantian, namun waktu pergantian nyala lampu LED ditentukan oleh IC NE555.

[Klik Gambar Untuk Memperbesar]
 
Gambar Rangkaian Lampu Berjalan

24 Mei 2009

LED Flasher

0 komentar















LED Flasher ini digunakan sebagai lampu accessories kendaraan bermotor. Sehingga pada malam hari kendaraan bermotor anda terlihat lebih meriah dengan kilatan lampu LED. Pada dasarnya, rangkaian LED Flasher ini memakai IC NE555 sebagai penghasil pulsa yang akan digunakan sebagai pengedip dari lampu LED. Sedangkan lamanya waktu lampu LED menyala atau padam dapat diatur melalui kedua variable resistor 100K hingga lampu LED menyala seperti kilat (menyala sesaat). Namun jika waktu menyala dan padam kurang cepat, anda dapat mengganti kapasitor elektrolit 1uF dengan kapasitor elektrolit yang nilainya lebih kecil. Untuk driver LED digunakan TIP122 atau dapat dipilih transistor lain yang bertipe darlington dan mampu melewatkan arus paling tidak 2,5A secara terusmenerus. Sedangkan lampu LED dipilih Ultra Bright LED agar nyala lampu LED lebih terang dari pada lampu LED yang biasanya. LED Flasher ini akan dapat memberikan efek kilatan yang paling cerah jika diletakkan didalam sebuah reflektor lampu tepat pada titik fokusnya. Peletakannya tidaklah harus demikian karena akan mengganggu lampu jika masih digunakan.

Alarm Dengan Reed Relay

0 komentar
Maraknya kasus pencurian bukan lagi hal yang aneh bahkan bagi sebagian orang pencurian adalah hal yang biasa. Oleh karena itu, untuk mengamankan rumah kesayangan anda diperlukan peralatan yang mampu mendeteksi adanya orang namun dengan harga yang murah, minimal alarm yang dapat mendeteksi terbukanya pintu rumah. Oleh karena itu rangkaian ini mungkin dapat membantu anda dalam mengamankan rumah kesayangan anda. Rangkaian ini hanya terdiri dari 3 komponen pokok yang terdiri dari Reed Relay, batteray dan buzzer yang dihubungkan secara seri. Namun komponen utama dari rangkaian ini adalah Reed Relay yang sensitive terhadap medan magnet sekitar Reed Relay tersebut. Sedangkan fungsi dari buzzer adalah sebagai penghasil bunyi. Setelah semua komponen terpasang sesuai gambar rangkaian, maka Reed Relay pada rangkaian ini harus didekatkan dengan magnet permanen. Salah satu aplikasi rangkaian ini adalah alarm yang dipasang pada pintu rumah, sehingga pada waktu pintu terbuka, maka buzzer akan berbunyi. Sedangkan cara pemasangannya adalah menempelkan magnet permanen pada kusen dan memasang rangkaian ini pada daun pintu, namun jarak pemasangan antara rangkaian ini harus dekat dengan magnet permanan yang dipasang dikusen.


Download versi .pdf

22 Mei 2009

Indikator Panas (Menggunakan Diode 1N4148 Sebagai Sensor)

0 komentar
Tidak seperti rangkaian sensor suhu pada umumnya yang menggunakan komponen PTC (Positive Temperature Coefficient) atau NTC (Negative Temperature Coefficient) sebagai sensor panas, namun rangkaian sensor suhu yang satu ini menggunakan diode 1N4148 sebagai sensornya. Lalu bagaimana bisa sebuah diode dapat digunakan sebagai sensor suhu…?. Yupz... berdasarkan karakteristik yang dimiliki oleh diode tipe 1N4148 ini, ternyata perubahan Arus yang mengalir pada diode ini berbanding terbalik dengan Suhu disekitar diode ini. Dengan kata lain, jika suhu disekitar diode ini semakin tinggi maka arus yang mengalir pada diode ini semakin kecil.

Sehingga dengan memanfaatkan karakteristik diode ini, maka kita dapat membuat sensor suhu menggunakan diode tipe 1N4148. Proses kerja rangkaian ini berawal dari pengaruh suhu sekitar diode yang mempengaruhi besar kecilnya arus yang melewati diode 1N4148, jika suhu disekitar diode tinggi maka arus dan tegangan yang melewati diode akan kecil yang selanjutnya tegangan tersebut dikuatkan oleh IC LM741, namun karena tegangan yang dikuatkan oleh IC LM741 terlampau kecil, maka ketika tegangan hasil penguatan IC LM741 masuk pada diode zener 4,7V tegangan tersebut tidak dapat melewati diode zener tersebut dikarenakan tegangan yang melewati diode zener tersebut lebih kecil dari batas maksimal diode zener. Yang mengakibatkan aktifnya relay 12V yang disebabkan oleh transistor BC140 yang bersifat membalik inputan. Dengan kata lain jika suhu disekitar diode 1N4148 rendah, maka arus dan tegangan yang masuk pada IC LM741 besar, sehingga tegangan yang melewati diode zener 4,7V melewati tegangan batas maksimal diode zener tersebut yang akhirnya relay pun tidak aktif. Namun batas suhu maksimal diode 1N4148 ini hanya sampai 175 oC yang dapat mengalirkan arus sebesar 0A dan dapat mengalirkan arus maksimal sebesar 500 mA pada suhu 0-25 oC.
Selamat Ber-Bksperimen...!!!

INFRA RED ALARM

0 komentar

Banyak cara dan banyak sensor yang digunakan untuk membuat alarm, mulai dari alarm yang menggunakan sensor LDR, sensor sentuh dan lain-lain. Namun keunggulan dari rangkaian ini adalah penggunaan infra merah sebagai penghasil cahaya yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia yang berbeda dengan cahaya lampu biasa ataupun cahaya matahari.


Pada dasarnya rangkaian ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian Transmitter dan rangkaian Receiver. Pada bagian Transmitter, digunakan LED Infra Merah sebagai penghasil sinar infra merah dan IC NE555 sebagai penghasil pulsa. Trus kenapa ya… koq harus pake penghasil pulsa untuk bisa menyalakan lampu infra merah…? Hal ini dikarenakan frekuensi kerja dari sinar infra merah adalah berkisar antara 30KHz hingga 40KHz. Oleh karena itu dibutuhkan rangkaian penghasil pulsa untuk menghasilkan frekuensi 30KHz hingga 40KHz. Variabel Resistor 10K berfungsi sebagai pengatur frekuensi sinar infra merah. Sedangkan pada bagian Receiver digunakan IR Receiver Module yang banyak dijual dipasaran, sehingga dalam merakit Receiver infra merah lebih mudah dan terkesan praktis. Variabel Resistor 2K digunakan untuk mem-filter frekuensi. Namun jika rangkaian telah dirakit dan jarak pancar LED Infra Merah sangat dekat maka dapat ditambahkan rangkaian Transistor Darlington pada pin 3 IC NE555. Yang terakhir jangan lupa tuk perhatikan gambar dibawah ini yach...!!!!
Selamat Berkarya....

Konfigurasi pin IR Receiver Module

Cara Pemasangan IR LED Dengan IR Receiver Module

 

Bhirawa Anoraga Copyright © 2009